Kamis, 11 Juli 2013

Sally Sendiri


Saya adalah seorang model sebuah majalah porno di Singapore. Yah, seperti yang kedengarannya, bekerja di majalah porno sebagai model tidak membutuhkan baju yang bagus dan make-up yang tebal.Yang penting adalah menjaga tubuh agar tetap seksi juga perawatan wajah. Aku tidak perluke Singapore untuk difoto, karenadi Jakarta juga terdapat studio foto untuk mengambil gambar model-model dari Indonesia yang kemudian dikirimkan dan di terbitkan di Singapore. 

Mungkin anda heran, bagaimana saya dapat terjun dalam duniaseperti itu. Baiklah, akan saya ceritakan masa lalu saya. Pada saat usia saya menginjak 16 tahun,kedua orangtua saya meninggal dalam kecelakaan. Saya sangat terpukul dengan kejadian itu. Padasaat itu saya sangat bingungdengan keadaan ini, karena sayatidak tahu harus kemana. Sayatidak punya keluarga lain selain keluarga saya sendiri, sementara saya adalah anak tunggal. Namun tidak lama kemudian, temanbisnis ayah saya, anggap namanyaPak Mori, berusia sekitar 50 tahun,datang menawarkan saya untuk tinggal di apartemennya dan beliau berjanji akan membiayai sekolah saya sampai saya lulus SMA. Dalam keadaan bingung,akhirnya saya menerima tawaranbeliau. Saya lalu tinggal di apartemen beliau, hanya berdua dengannya. Beberapa bulan kemudian sayatinggal dengannya, tiba-tiba padasuatu malam, Pak Mori masuk kedalam kamar saya. Saat itu saya baru saja masuk kamar dan belum sempat menguncinya. 

Saya kaget karena beliau tidak mengetuk kamar saya dulu, dan pada saat itu saya hanya mengenakan daster kuning polos yang tipis. Didalamnya saya tidak mengenakan BH dan hanya mengenakan CD saja. Sejenak Pak Mori terkesiap melihat saya, namun beliau kemudian mendekati saya. Spontan saya memeluk bantal untuk menutupi dada saya. Pak Mori lalu berkata kepada saya,"Sally, tolong Bapak, Nak, istriBapak sudah lama meninggal,Bapak sudah lama tidak dilayani.Bapak tidak minta macam-macam.Bapak hanya minta agar Sally bersedia melayani Bapak."Wajahnya terlihat sayu dengankeringat di dahinya. Saya tidaktega melihatnya. Saya pikir beliautelah baik mau membiayai sekolahsaya. Lagipula keperawanan saya telah hilang sejak saya masih kecilketika jatuh dari sepeda. Pak Mori terus memandang danmenunggu jawaban saya,sedangkan saya tidak dapatberkata apa-apa. Kemudian PakMori meraih bantal yang saya pelukuntuk menutupi dada saya dan meletakkannya di tempat tidur. 

Kemudian beliau diam danmemandang saya.Melihat saya diam, beliau laluberkata, "Kalau Nak Sally diam,Bapak rasa jawaban Sally 'iya'." Beliau masih memandangi saya.Tiba-tiba beliau meraih danmemeluk tubuh saya danmengusap-usap punggung saya."Terima kasih, Nak." beliau berkatasambil menatap hangat pada saya. Setelah itu beliau mulai menciumikening saya dan kedua pipi. Lalumenjulurkan lidah sambil menciumtelinga dan bibir saya. Kubalasciumannya, lidahnya bermain liar didalam mulut saya, begitupun saya. Tangannya yang dari tadi memelukpunggung saya mulai turunmengelus-elus pantat danmeremasnya. Kemudian kepalanyaturun ke leher saya, menciumi dadasaya yang masih tertutup daster kuning. Saya mulai terangsang.Apalagi ketika mulutnya berhenti diputing saya yang hanya ditutupidaster kuning polos yang tipis itu. 

Beliau mengulum dan menggigitputing saya itu. "Uuh.. aahh.. Pak.. Uh..!" saya sudahtidak kuat lagi.Geli rasanya dada ini dipermainkanseperti itu oleh Pak Mori. Spontansaya membuka 4 kancing dasteryang terletak di depan itu, dan terlihatlah kedua bukit kembarsaya yang montok itu, berukuran36B dengan puting berwarna pinkgelap dan mencuat menantang kewajah Pak Mori. Beliau langsungmelumatnya, menggigit kecil, kemudian memasukkan semua kedalam mulutnya. Ternyata mulutPak Mori lebar juga, buktinya bukitdada saya yang 36B masuk semuake dalam mulutnya."Aduuh.. Pak, geli ah.. enaa..gh..!" saya meraung-raung keenakan. Pak Mori menurunkan daster teruske bawah dan sambil menciumiperut saya yang rata karena seringsit-up itu. Tangan kirinya bergerakmenurunkan daster, dan tangankanannya mengelus-elus pantat dan paha saya yang mulus. Setelahdaster turun semua, tangan kirinyamengangkat kaki kanan saya danmelipatnya ke atas tempat tidur. 

Lalu beliau berjongkok dan tangankirinya membuka sebagian kain CD yang menutupi bukit kemaluansaya. Seketika itu langsungterlihatlah bukit kemaluan sayayang bulu-bulunya sedikit itu,sehingga beliau tidak perlu susah-susah menjilati kelentit saya. "Oohh.. Pak.. enaakk..!" kata sayasambil memegangi kepalanya.Saya tidak perduli lagi siapa dia.Pak Mori terus menjilati kelentitsaya dan memasuki satu jari tangankanannya ke dalam vagina, dan menggerakkannya keluar masuk.Saya betul-betul keenakkan. Sayamenggerakkan pantat turun naikmengikuti gerakan jarinya itu. Tiba-tiba sesuatu meledak dalam dirisaya. "Aaa..gh.. aku mau kelua.. ar..!" airkenikmatan saya membasahi jaridan mulutnya. 

Beliaumenghisapnya habis. Kemudian yang tidak disangka,beliau merobek sebagian kaincelana dalam saya yang menutupibukit kemaluan saya dan kemudianmembuka CD-nya. Terlihatlahsenjatanya yang besar ditumbuhi bulu-bulu yang sangat tebal. Sayasudah tidak tahan lagi melihatnya."Ooh.. masukkan, Pak, cepat Pak..!"kata saya sambil mengelus-elusbukit kemaluan saya yang telahbasah itu. Ternyata Pak Mori pun sudah tidakkuat. Beliau langsungmenghujamkan penisnya masuk kedalam vagina saya."Aaah.. sakiit..! Enaaggh..!" katasaya yang mulai merasa nyeri tapi sangat enak di bagian bawah itu. Pak Mori menaik-turunkan penisnyadengan cepat. Ternyata melakukansambil berdiri enak juga. Keduatangannya meremas-remas keduapayudara saya. Tangan saya puntidak mau kalah dan meremas- remas kedua pantatnya. Tidaklama saya mendapat orgasmeyang kedua, dan tidak lamakemudian beliau pun juga. Akhirnyakami tertidur berpelukan di tempattidur. Keesokkan harinya, kami melakukannya lagi di kamar mandi.Kami masing-masing orgasme duakali. Setelah itu saya pergi kesekolah dan beliau pun pergi kekantor. Sejak itu hidup saya berubah.

Kamiseperti selayaknya suami istri didalam apartemen kami. Ternyatauntuk orang seusianya, beliaumasih sangat kuat melakukannyaberjam-jam. Bahkan saya dilarangnya mengenakan baju biladi dalam apartemennya itu. Tapisaya selalu menggodanya denganhanya mengenakan sehelai kain ditubuh. Misalnya, hari ini saya hanyamemakai BH saja, sedangkan bagian tubuh yang lain polosmengoda. Lalu kemudian sayaduduk di depannya denganmembuka lebar-lebarselangkangan, sehingga kemaluansaya menantang dirinya. Beliau selalu tidak tahan dan mengajakbermain lagi. Besok harinya saya hanyamengenakan CD saja yangberwarna hitam dan bahannyabolong-bolong, sehingga bulukemaluan yang sedikit itu keluardan klitoris yang berwarna pink itu juga terlihat bila sayamengangkang, sedangkanpayudara saya bergelantungandengan indahnya di dada. Bilaseperti itu, beliau lalu memeluk danmenggendong saya ke tempat tidur sambil mulutnya mengulumpayudara dan menarik-narikputingnya. Ini kami lakukan hampirtiap hari seperti selayaknyapengantin baru sampai saya lulusSMA. 

Namun Pak Mori ini seperti tidak pernah mati kekuatannyauntuk melakukan hubungan seksdengan seorang gadis belia sepertisaya, dan saya selalu dibuat puasolehnya. Suatu hari ketika saya baru selesaimandi, seperti biasa saya keluardari kamar tanpa menggunakanbusana, dan sambil mengeringkanrambut yang masih basah, sayapergi ke dapur untuk mengambil minum. Tanpa saya sadari, ternyataada dua orang teman Pak Moriyang bertamu. Mereka berduaterlihat kaget melihat saya yangtelanjang bulat itu. Begitu punsaya. Tapi rasa kaget saya tidak saya perlihatkan dan langsungsaya pergi ke dapur cepat-cepat. Malam harinya ketika hendak tidur,Pak Mori berkata pada saya, "Sally,mau gak jadi model..?" tangannyamengelus-elus puting saya."Model..? Model seperti di majalah-majalah itu..?" tanya saya. "Yah, tapi ini berbeda. Begini,teman-teman Bapak yang tadi ituberasal dari Singapore. 

Yang satunamanya Pak Ramen, yang satulagi Pak Davis. Pak Ramensebenarnya orang Indonesia, tapi tinggal di Singapore. Beliau adalaheditor majalahnya, sedangkan PakDavis adalah direkturnya." "Jadi maksudnya majalahSingapore..?""Yah begitu. Mereka berduasetelah melihatmu menjadi tertarikdan menawarimu menjadi model.Tapi kamu tidak perlu ke Singapore. Kamu cukup tinggal diIndonesia, karena studio fotonyaada di Indonesia.""Tapi Sally malu, tadi Sallytelanjang di depan mereka.""Em.., begini Sally tidak perlu malu, karena.. eh.. majalah merekaadalah majalah porno.. eh tapi ituterserah Sally, mereka hanyamenawari karena tertarik denganSally. Kalau Sally tidak mau, itujuga tidak apa-apa." Saya mengerti.

Mereka telahmelihat tubuh saya dan merekatertarik. Saya bingung sekali. "Honornya lumayan gede lho, Sal.Bapak tidak akan minta kok. KalauSally nanti mau, honornya tetapbuat Sally, karena kan Sally yangbekerja. Makanya Bapak terserahSally saja. Kalau mau dicoba saja." lanjutnya.Saya mulai tertarik."Sally harus datang kemana,Pak..?" beliau tersenyum danmemberitahu alamatnya. Keesokkan harinya saya datang kestudio foto itu. Tempatnya sepertirumah biasa, cukup besar denganpagar tinggi yang menutupi rumahtersebut. Seperti bukan kantor ataustudio foto. Lalu saya masuk dan bertanya pada resepsionist hendakbertemu dengan Pak Davis.Seseorang mengantar saya kekantor Pak Davis. Pak Davisterseyum menyambut saya. 

Ternyata beliau seorang pemuda berusia 30 tahunan. Tidak begituganteng tapi di tubuhnya yangputih ditumbuhi bulu-bulu yanglebat. Terlihat dari tangan dandadanya yang bidang. Namunsenyumnya terlihat menarik. "Selamat siang, Sally, silakanduduk..!"Saya duduk di depan mejanya. Iapun duduk."Singkat saja, jadi kamu tertarik..?""Iya, Pak." "Jangan memanggilku Pak. Panggilaku Abang saja. Aku sebenarnyaberasal dari Indonesia juga. Semuaorang memanggilku Bang Davis."saya tersenyum."Oke, kita kembali ke pokok semula. Begini Sally, untuk menjadimodel ada beberapa syarat. Yangpertama, kami harus mengedittubuhmu dulu.""Mengedit tubuhku..?""Yah, kami harus tahu bagaimana tubuhmu, apa kekurangannya dankelebihannya. Kekurangannyaakan ditutupi, kelebihannya akanditonjolkan. Jadi nanti bila difotoakan baik jadinya. Mengerti..?"Saya mengangguk. "Sekarang buka seluruhpakaianmu, aku akan memanggileditor kami, Bang Ramen." Ia keluardari ruangannya. 

Saya merasa kikuk. Tapi akhirnyasaya buka baju satu persatu sampai tinggal BH dan CD. Tiba-tiba mesuklah Bang Ramen danBang Davis."Lho, kok, CD dan BH-nya tidakdibuka..? Tidak perlu malu.Pekerjaanmu nanti tidak memerlukan baju. Kurasa, Pak Morisudah menjelaskannya bukan..?"Saya mengangguk seperti orangbodoh. Lalu membuka CD dan BHsaya. Saya memang tidak perlumalu, toh mereka pun sudah melihat saya telanjang bulat diapartemen Pak Mori. Setelah telanjang bulat, sayaberdiri menantang. Mereka melihatsaya tanpa berkedip. Saya tahu'adek-adek' mereka sudah berdirimelihat saya. Tiba-tiba sayamerasa percaya diri. Ini merupakan permainan yang menyenangkan. 

Lagipula saya senang menggodaPak Mori. Mengapa saya tidak bisamenggoda mereka juga? Saya lalumelepas jepitan rambut danterurailah rambut saya yang sangat lebat dan indah. Saya berdirimenggoda di depan mereka sambilmemainkan sedikit rambut saya didalam mulut. Bang Ramen mulaimendekat. Ia mengelus tangansaya, lalu pipi. Lalu ia memutari tubuh saya dan mengeluspunggung dan pantat saya. Lalutangannya mulai memegangpayudara saya yang 36B itubeserta puting yang mencuat kedepan itu. Lalu ia berjongkok dan mengelus paha dan membukaselangkangan saya. Lalu ia berdirilagi, tiba-tiba ia mencium lehersaya. Tangannya meremas-remas keduapayudara saya. Saya mulaiterangsang. Lalu tangan kirinyaberalih ke selangkangan sayayang sudah mulai basah itu danberhenti pada klitoris. Ia mengelus- elus klitoris saya. 

Tangan kanannyamengelus anus saya."Uuhh.. eehh.. ahh..!" tidak sengajasaya meraung-raung, tanpa sayasadari ternyata Bang Davis telahikutan menghisap puting saya dan tangan kanannya memegangputing yang satu lagi.Tangan kiri Bang Ramendimasukkan ke dalam vagina sayadan bergerak keluar masuk. Kamimelakukannya sambil berdiri seperti ketika pertama kali sayamelakukannya dengan Pak Mori.Saya benar-benar terangsang. Bang Ramen mencium bibir sayadan memainkan lidahnya di mulutsaya. Erangan saya tertahan didalam mulutnya. Lalu Bang Ramenberjongkok dan mencium klitorisdan memainkan lidahnya di sana, namun jarinya masih bermain divagina. Posisi Bang Ramendigantikan oleh Bang Davis yangmencium dan melumat-lumat bibirsaya. 

Tiba-tiba saya merasa adayang keluar. Walaupun erangan saya tertahan oleh bibir BangDavis, tapi mereka tahu bahwa sayaorgasme pertama kali dari getarantubuh saya. Lalu Bang Ramen membukacelananya, juga Bang Davis. PenisBang Ramen sangat besar danhitam. Bang Davis pun juga besartapi putih. Masih dalam posisiberdiri, Bang Ramen memasukkan penisnya ke dalam anus saya.Rasanya sakit sekali. Sayamengerang kesakitan, namun tiba-tiba Bang Davis memasukkanpenisnya ke vagina. Rintih sayaberubah menjadi keenakan. Mereka berdua memainkan penismereka keluar masuk anus danvagina saya. Rasanya enak sekalidisetubuhi dua pria sekaligus.Permainan kami cukup lama. Saya sudah orgasme tiga kaliketika mereka berdua orgasmeuntuk pertama kalinya. Akhirnyamereka mencabut penis merekadan merebahkan tubuh mereka dibangku sofa. Sedangkan saya bersenderan pada tembok danmemejamkan mata. Saya merasalemas sekali melayani dua priasekaligus. 

Tiba-tiba Bang Davismemegang bahu saya."Kamu diterima, Sally..!" Saya tadinya hampir marah karenauntuk diterima saya harus melayanimereka berdua terlebih dahulu.Tapi ketika mengingat kenikmatanyang baru saja saya terima, sayadapat menahan amarah. Lalu hanya dengan mengenakanBH saja, saya dibawa Bang Ramenke sebuah ruangan yang berisisemacam bar di situ. Di dalamnyaterlihat banyak wanita yang tidakmenggunakan baju sama sekali. Ruangan itu ternyata jadi satudengan studio fotonya, sehinggamodel-model yang merasa hausdapat langsung memesan minum disitu. Saya disuruh duduk di bangkubar yang tinggi dan disuruh mengisi lembaran formulir dan lembarankerjasama. Lalu Bang Ramenmeninggalkan saya sendiri di situ. Ketika saya sedang mengisinya,seseorang mencolek saya daribelakang. Ketika saya menoleh,terlihat seorang pemudamemandang saya sambiltersenyum. Tanpa basa basi lagi, pemuda tadi mendekatkanwajahnya ke vagina saya danmenjilat klitoris saya. Saya kagetdan ingin menghindar. 

Tapi bangkubar yang tinggi yang membuat sayakesulitan menapakkan kaki saya ke lantai, sehingga membuatselangkangan saya yang tanpa CDitu terbuka lebar membuat sayakesusahan untuk turun. Pemuda itutetap menjilati selangkangan saya.Vagina saya yang masih merasa geli akibat serangan Bang Ramentadi akhirnya basah lagi dan sayamulai merasa keenakan. Tidak lama saya orgasme lagi ditempat duduk bar itu, sehinggatempat duduk yang terbuat darikulit itu menjadi basah oleh cairankenikmatan saya itu."Salam kenal, Mbak. Saya Roy, model pria di sini. Mbak namanyasiapa?" tanyanya kemudian."Sally" kata saya lemas."Nanti kita akan selalu ketemu, dankita pasti akan melakukannya lagi."Saya tidak sanggup berkata apa- apa lagi dan mulai mengisi formuliritu lagi. Tidak lama Bang Ramen datangdan mengambil formulir yang telahsaya isi itu. Ia menunjukkan honorsaya dan pekerjaan saya. 

Untuk pertama kali pada hari pertama itusaya difoto bugil di depan banyak orang. Ternyata inilah pekerjaanbaru saya. Menyenangkan sih, asal tidak hamil saja. Karena ketika di foto berpasangan, tidak jarangkami menyatukan alat kelaminkami, sehingga fotonya lebih bagus dan tidak terlihat kaku. Kadang-kadang saya juga maindengan Bang Ramen atau BangDavis atau kedua-duanya. Namundi rumah saya tetap menjadi 'istri'Pak Mori. Itulah pengalaman saya.Foto-foto saya banyak dipampang di majalah porno di Singapore, dantentu saja tidak dijual bebas.Hanya golongan tertentu yangmenerimanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Perjaka Mencari Tante by Perjaka Mencari Tante Converted into Blogger Template by Bloganol dot com