Mungkin
anda heran, bagaimana saya dapat terjun dalam duniaseperti itu. Baiklah,
akan saya ceritakan masa lalu saya. Pada saat usia saya menginjak 16
tahun,kedua orangtua saya meninggal dalam kecelakaan. Saya
sangat terpukul dengan kejadian itu. Padasaat itu saya sangat
bingungdengan keadaan ini, karena sayatidak tahu harus kemana. Sayatidak
punya keluarga lain selain keluarga saya sendiri, sementara saya adalah
anak tunggal. Namun tidak lama kemudian, temanbisnis ayah saya, anggap
namanyaPak Mori, berusia sekitar 50 tahun,datang menawarkan saya
untuk tinggal di apartemennya dan beliau berjanji akan membiayai sekolah
saya sampai saya lulus SMA. Dalam keadaan bingung,akhirnya saya menerima
tawaranbeliau. Saya lalu tinggal di apartemen beliau, hanya
berdua dengannya. Beberapa bulan kemudian sayatinggal dengannya,
tiba-tiba padasuatu malam, Pak Mori masuk kedalam kamar saya. Saat itu
saya baru saja masuk kamar dan belum sempat menguncinya.
Saya
kaget karena beliau tidak mengetuk kamar saya dulu, dan pada saat
itu saya hanya mengenakan daster kuning polos yang tipis. Didalamnya saya
tidak mengenakan BH dan hanya mengenakan CD saja. Sejenak Pak Mori
terkesiap melihat saya, namun beliau kemudian mendekati saya. Spontan saya
memeluk bantal untuk menutupi dada saya. Pak Mori lalu berkata kepada
saya,"Sally, tolong Bapak, Nak, istriBapak sudah lama meninggal,Bapak
sudah lama tidak dilayani.Bapak tidak minta macam-macam.Bapak hanya
minta agar Sally bersedia melayani Bapak."Wajahnya terlihat sayu
dengankeringat di dahinya. Saya tidaktega melihatnya. Saya pikir
beliautelah baik mau membiayai sekolahsaya. Lagipula keperawanan saya
telah hilang sejak saya masih kecilketika jatuh dari sepeda. Pak Mori
terus memandang danmenunggu jawaban saya,sedangkan saya tidak
dapatberkata apa-apa. Kemudian PakMori meraih bantal yang saya
pelukuntuk menutupi dada saya dan meletakkannya di tempat tidur.
Kemudian
beliau diam danmemandang saya.Melihat saya diam, beliau laluberkata,
"Kalau Nak Sally diam,Bapak rasa jawaban Sally 'iya'." Beliau masih
memandangi saya.Tiba-tiba beliau meraih danmemeluk tubuh saya
danmengusap-usap punggung saya."Terima kasih, Nak." beliau berkatasambil
menatap hangat pada saya. Setelah itu beliau mulai menciumikening saya
dan kedua pipi. Lalumenjulurkan lidah sambil menciumtelinga dan bibir
saya. Kubalasciumannya, lidahnya bermain liar didalam mulut saya,
begitupun saya. Tangannya yang dari tadi memelukpunggung saya mulai
turunmengelus-elus pantat danmeremasnya. Kemudian kepalanyaturun ke
leher saya, menciumi dadasaya yang masih tertutup daster kuning. Saya
mulai terangsang.Apalagi ketika mulutnya berhenti diputing saya yang
hanya ditutupidaster kuning polos yang tipis itu.
Beliau
mengulum dan menggigitputing saya itu. "Uuh.. aahh.. Pak.. Uh..!" saya
sudahtidak kuat lagi.Geli rasanya dada ini dipermainkanseperti itu oleh
Pak Mori. Spontansaya membuka 4 kancing dasteryang terletak di depan
itu, dan terlihatlah kedua bukit kembarsaya yang montok itu,
berukuran36B dengan puting berwarna pinkgelap dan mencuat menantang
kewajah Pak Mori. Beliau langsungmelumatnya, menggigit kecil, kemudian
memasukkan semua kedalam mulutnya. Ternyata mulutPak Mori lebar juga,
buktinya bukitdada saya yang 36B masuk semuake dalam mulutnya."Aduuh..
Pak, geli ah.. enaa..gh..!" saya meraung-raung keenakan. Pak Mori
menurunkan daster teruske bawah dan sambil menciumiperut saya yang rata
karena seringsit-up itu. Tangan kirinya bergerakmenurunkan daster, dan
tangankanannya mengelus-elus pantat dan paha saya yang mulus.
Setelahdaster turun semua, tangan kirinyamengangkat kaki kanan saya
danmelipatnya ke atas tempat tidur.
Lalu
beliau berjongkok dan tangankirinya membuka sebagian kain CD yang
menutupi bukit kemaluansaya. Seketika itu langsungterlihatlah bukit
kemaluan sayayang bulu-bulunya sedikit itu,sehingga beliau tidak perlu
susah-susah menjilati kelentit saya. "Oohh.. Pak.. enaakk..!" kata
sayasambil memegangi kepalanya.Saya tidak perduli lagi siapa dia.Pak
Mori terus menjilati kelentitsaya dan memasuki satu jari tangankanannya
ke dalam vagina, dan menggerakkannya keluar masuk.Saya betul-betul
keenakkan. Sayamenggerakkan pantat turun naikmengikuti gerakan jarinya
itu. Tiba-tiba sesuatu meledak dalam dirisaya. "Aaa..gh.. aku mau
kelua.. ar..!" airkenikmatan saya membasahi jaridan mulutnya.
Beliaumenghisapnya
habis. Kemudian yang tidak disangka,beliau merobek sebagian kaincelana
dalam saya yang menutupibukit kemaluan saya dan kemudianmembuka CD-nya.
Terlihatlahsenjatanya yang besar ditumbuhi bulu-bulu yang sangat tebal.
Sayasudah tidak tahan lagi melihatnya."Ooh.. masukkan, Pak, cepat
Pak..!"kata saya sambil mengelus-elusbukit kemaluan saya yang telahbasah
itu. Ternyata Pak Mori pun sudah tidakkuat. Beliau langsungmenghujamkan
penisnya masuk kedalam vagina saya."Aaah.. sakiit..! Enaaggh..!"
katasaya yang mulai merasa nyeri tapi sangat enak di bagian bawah itu.
Pak Mori menaik-turunkan penisnyadengan cepat. Ternyata melakukansambil
berdiri enak juga. Keduatangannya meremas-remas keduapayudara saya.
Tangan saya puntidak mau kalah dan meremas- remas kedua pantatnya.
Tidaklama saya mendapat orgasmeyang kedua, dan tidak lamakemudian beliau
pun juga. Akhirnyakami tertidur berpelukan di tempattidur. Keesokkan
harinya, kami melakukannya lagi di kamar mandi.Kami masing-masing
orgasme duakali. Setelah itu saya pergi kesekolah dan beliau pun pergi
kekantor. Sejak itu hidup saya berubah.
Kamiseperti selayaknya suami istri didalam apartemen kami.
Ternyatauntuk orang seusianya, beliaumasih sangat kuat
melakukannyaberjam-jam. Bahkan saya dilarangnya mengenakan baju biladi
dalam apartemennya itu. Tapisaya selalu menggodanya denganhanya
mengenakan sehelai kain ditubuh. Misalnya, hari ini saya hanyamemakai BH
saja, sedangkan bagian tubuh yang lain polosmengoda. Lalu kemudian
sayaduduk di depannya denganmembuka lebar-lebarselangkangan, sehingga
kemaluansaya menantang dirinya. Beliau selalu tidak tahan dan
mengajakbermain lagi. Besok harinya saya hanyamengenakan CD saja
yangberwarna hitam dan bahannyabolong-bolong, sehingga bulukemaluan yang
sedikit itu keluardan klitoris yang berwarna pink itu juga terlihat
bila sayamengangkang, sedangkanpayudara saya bergelantungandengan
indahnya di dada. Bilaseperti itu, beliau lalu memeluk danmenggendong
saya ke tempat tidur sambil mulutnya mengulumpayudara dan
menarik-narikputingnya. Ini kami lakukan hampirtiap hari seperti
selayaknyapengantin baru sampai saya lulusSMA.
Namun
Pak Mori ini seperti tidak pernah mati kekuatannyauntuk melakukan
hubungan seksdengan seorang gadis belia sepertisaya, dan saya selalu
dibuat puasolehnya. Suatu hari ketika saya baru selesaimandi, seperti
biasa saya keluardari kamar tanpa menggunakanbusana, dan sambil
mengeringkanrambut yang masih basah, sayapergi ke dapur untuk mengambil
minum. Tanpa saya sadari, ternyataada dua orang teman Pak Moriyang
bertamu. Mereka berduaterlihat kaget melihat saya yangtelanjang bulat
itu. Begitu punsaya. Tapi rasa kaget saya tidak saya perlihatkan dan
langsungsaya pergi ke dapur cepat-cepat. Malam harinya ketika hendak
tidur,Pak Mori berkata pada saya, "Sally,mau gak jadi model..?"
tangannyamengelus-elus puting saya."Model..? Model seperti di
majalah-majalah itu..?" tanya saya. "Yah, tapi ini berbeda.
Begini,teman-teman Bapak yang tadi ituberasal dari Singapore.
Yang
satunamanya Pak Ramen, yang satulagi Pak Davis. Pak Ramensebenarnya
orang Indonesia, tapi tinggal di Singapore. Beliau adalaheditor
majalahnya, sedangkan PakDavis adalah direkturnya." "Jadi maksudnya
majalahSingapore..?""Yah begitu. Mereka berduasetelah melihatmu menjadi
tertarikdan menawarimu menjadi model.Tapi kamu tidak perlu ke Singapore.
Kamu cukup tinggal diIndonesia, karena studio fotonyaada di
Indonesia.""Tapi Sally malu, tadi Sallytelanjang di depan mereka.""Em..,
begini Sally tidak perlu malu, karena.. eh.. majalah merekaadalah
majalah porno.. eh tapi ituterserah Sally, mereka hanyamenawari karena
tertarik denganSally. Kalau Sally tidak mau, itujuga tidak apa-apa."
Saya mengerti.
Mereka telahmelihat tubuh saya dan merekatertarik. Saya bingung sekali.
"Honornya lumayan gede lho, Sal.Bapak tidak akan minta kok. KalauSally
nanti mau, honornya tetapbuat Sally, karena kan Sally yangbekerja.
Makanya Bapak terserahSally saja. Kalau mau dicoba saja." lanjutnya.Saya
mulai tertarik."Sally harus datang kemana,Pak..?" beliau tersenyum
danmemberitahu alamatnya. Keesokkan harinya saya datang kestudio foto
itu. Tempatnya sepertirumah biasa, cukup besar denganpagar tinggi yang
menutupi rumahtersebut. Seperti bukan kantor ataustudio foto. Lalu saya
masuk dan bertanya pada resepsionist hendakbertemu dengan Pak
Davis.Seseorang mengantar saya kekantor Pak Davis. Pak Davisterseyum
menyambut saya.
Ternyata
beliau seorang pemuda berusia 30 tahunan. Tidak begituganteng tapi di
tubuhnya yangputih ditumbuhi bulu-bulu yanglebat. Terlihat dari tangan
dandadanya yang bidang. Namunsenyumnya terlihat menarik. "Selamat siang,
Sally, silakanduduk..!"Saya duduk di depan mejanya. Iapun
duduk."Singkat saja, jadi kamu tertarik..?""Iya, Pak." "Jangan
memanggilku Pak. Panggilaku Abang saja. Aku sebenarnyaberasal dari
Indonesia juga. Semuaorang memanggilku Bang Davis."saya tersenyum."Oke,
kita kembali ke pokok semula. Begini Sally, untuk menjadimodel ada
beberapa syarat. Yangpertama, kami harus mengedittubuhmu dulu.""Mengedit
tubuhku..?""Yah, kami harus tahu bagaimana tubuhmu, apa kekurangannya
dankelebihannya. Kekurangannyaakan ditutupi, kelebihannya
akanditonjolkan. Jadi nanti bila difotoakan baik jadinya.
Mengerti..?"Saya mengangguk. "Sekarang buka seluruhpakaianmu, aku akan
memanggileditor kami, Bang Ramen." Ia keluardari ruangannya.
Saya
merasa kikuk. Tapi akhirnyasaya buka baju satu persatu sampai tinggal
BH dan CD. Tiba-tiba mesuklah Bang Ramen danBang Davis."Lho, kok, CD dan
BH-nya tidakdibuka..? Tidak perlu malu.Pekerjaanmu nanti tidak
memerlukan baju. Kurasa, Pak Morisudah menjelaskannya bukan..?"Saya
mengangguk seperti orangbodoh. Lalu membuka CD dan BHsaya. Saya memang
tidak perlumalu, toh mereka pun sudah melihat saya telanjang bulat
diapartemen Pak Mori. Setelah telanjang bulat, sayaberdiri menantang.
Mereka melihatsaya tanpa berkedip. Saya tahu'adek-adek' mereka sudah
berdirimelihat saya. Tiba-tiba sayamerasa percaya diri. Ini merupakan
permainan yang menyenangkan.
Lagipula
saya senang menggodaPak Mori. Mengapa saya tidak bisamenggoda mereka
juga? Saya lalumelepas jepitan rambut danterurailah rambut saya yang
sangat lebat dan indah. Saya berdirimenggoda di depan mereka
sambilmemainkan sedikit rambut saya didalam mulut. Bang Ramen
mulaimendekat. Ia mengelus tangansaya, lalu pipi. Lalu ia memutari tubuh
saya dan mengeluspunggung dan pantat saya. Lalutangannya mulai
memegangpayudara saya yang 36B itubeserta puting yang mencuat kedepan
itu. Lalu ia berjongkok dan mengelus paha dan membukaselangkangan saya.
Lalu ia berdirilagi, tiba-tiba ia mencium lehersaya. Tangannya
meremas-remas keduapayudara saya. Saya mulaiterangsang. Lalu tangan
kirinyaberalih ke selangkangan sayayang sudah mulai basah itu
danberhenti pada klitoris. Ia mengelus- elus klitoris saya.
Tangan
kanannyamengelus anus saya."Uuhh.. eehh.. ahh..!" tidak sengajasaya
meraung-raung, tanpa sayasadari ternyata Bang Davis telahikutan
menghisap puting saya dan tangan kanannya memegangputing yang satu
lagi.Tangan kiri Bang Ramendimasukkan ke dalam vagina sayadan bergerak
keluar masuk. Kamimelakukannya sambil berdiri seperti ketika pertama
kali sayamelakukannya dengan Pak Mori.Saya benar-benar terangsang. Bang
Ramen mencium bibir sayadan memainkan lidahnya di mulutsaya. Erangan
saya tertahan didalam mulutnya. Lalu Bang Ramenberjongkok dan mencium
klitorisdan memainkan lidahnya di sana, namun jarinya masih bermain
divagina. Posisi Bang Ramendigantikan oleh Bang Davis yangmencium dan
melumat-lumat bibirsaya.
Tiba-tiba
saya merasa adayang keluar. Walaupun erangan saya tertahan oleh bibir
BangDavis, tapi mereka tahu bahwa sayaorgasme pertama kali dari
getarantubuh saya. Lalu Bang Ramen membukacelananya, juga Bang Davis.
PenisBang Ramen sangat besar danhitam. Bang Davis pun juga besartapi
putih. Masih dalam posisiberdiri, Bang Ramen memasukkan penisnya ke
dalam anus saya.Rasanya sakit sekali. Sayamengerang kesakitan, namun
tiba-tiba Bang Davis memasukkanpenisnya ke vagina. Rintih sayaberubah
menjadi keenakan. Mereka berdua memainkan penismereka keluar masuk anus
danvagina saya. Rasanya enak sekalidisetubuhi dua pria
sekaligus.Permainan kami cukup lama. Saya sudah orgasme tiga kaliketika
mereka berdua orgasmeuntuk pertama kalinya. Akhirnyamereka mencabut
penis merekadan merebahkan tubuh mereka dibangku sofa. Sedangkan saya
bersenderan pada tembok danmemejamkan mata. Saya merasalemas sekali
melayani dua priasekaligus.
Tiba-tiba
Bang Davismemegang bahu saya."Kamu diterima, Sally..!" Saya tadinya
hampir marah karenauntuk diterima saya harus melayanimereka berdua
terlebih dahulu.Tapi ketika mengingat kenikmatanyang baru saja saya
terima, sayadapat menahan amarah. Lalu hanya dengan mengenakanBH saja,
saya dibawa Bang Ramenke sebuah ruangan yang berisisemacam bar di situ.
Di dalamnyaterlihat banyak wanita yang tidakmenggunakan baju sama
sekali. Ruangan itu ternyata jadi satudengan studio fotonya,
sehinggamodel-model yang merasa hausdapat langsung memesan minum disitu.
Saya disuruh duduk di bangkubar yang tinggi dan disuruh mengisi
lembaran formulir dan lembarankerjasama. Lalu Bang Ramenmeninggalkan
saya sendiri di situ. Ketika saya sedang mengisinya,seseorang mencolek
saya daribelakang. Ketika saya menoleh,terlihat seorang pemudamemandang
saya sambiltersenyum. Tanpa basa basi lagi, pemuda tadi
mendekatkanwajahnya ke vagina saya danmenjilat klitoris saya. Saya
kagetdan ingin menghindar.
Tapi
bangkubar yang tinggi yang membuat sayakesulitan menapakkan kaki saya
ke lantai, sehingga membuatselangkangan saya yang tanpa CDitu terbuka
lebar membuat sayakesusahan untuk turun. Pemuda itutetap menjilati
selangkangan saya.Vagina saya yang masih merasa geli akibat serangan
Bang Ramentadi akhirnya basah lagi dan sayamulai merasa keenakan. Tidak
lama saya orgasme lagi ditempat duduk bar itu, sehinggatempat duduk yang
terbuat darikulit itu menjadi basah oleh cairankenikmatan saya
itu."Salam kenal, Mbak. Saya Roy, model pria di sini. Mbak
namanyasiapa?" tanyanya kemudian."Sally" kata saya lemas."Nanti kita
akan selalu ketemu, dankita pasti akan melakukannya lagi."Saya tidak
sanggup berkata apa- apa lagi dan mulai mengisi formuliritu lagi. Tidak
lama Bang Ramen datangdan mengambil formulir yang telahsaya isi itu. Ia
menunjukkan honorsaya dan pekerjaan saya.
0 komentar:
Posting Komentar